Budaya Gotong Royong Menguatkan Kehidupan Bangsa
ADMIN 25 Mei 2016 08:55:10 WIB
Sudah lama kita menanti hadirnya suatu kehidupan bangsa ini agar lebih baik, hidup penuh kedamaian dan kegotong-royongan sebagaimana nenek moyang kita dahulu. Hidup rukun, bergandeng tangan, bekerja bersama dan saling tolong-menolong serta saling menghargai satu sama lain dalam mencapai tujuan hidup berbangsa dan bernegara. Persatuan dan kesatuan bangsa sepertinya merupakan harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar lagi dan tidak boleh hilang dari bumi pertiwi.
Budaya gotong-royong sebagai ciri bangsa Indonesia harus selalu dipertahankan. Hal ini merupakan bentuk nyata solidaritas sosial dalam kehidupan masyarakat. Setiap warga negara yang terlibat di dalamnya memiliki hak untuk dibantu dan juga berkewajiban untuk membantu. Disini terdapat azas timbal balik yang saling menguntungkan.
Namun apa yang terjadi sejak munculnya arus globalisasi dan modernisasi yang oleh sebagian orang dianggap sebagai peluang yang luar biasa hebatnya. Dampaknya luar biasa, terutama terhadap nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat yang semakin individualis dan munculnya konflik sosial. Untuk menghindari terjadinya konflik sosial di tengah-tengah masyarakat, dimasa lalu hampir setiap saat kita selalu diingatkan, diperdengarkan dan diperlihatkan suatu kata-kata yang indah, manis dan menarik, yaitu "Persatuan dan Kesatuan Bangsa". Apapun upaya yang dilakukan, hampir semuanya mengarah pada kepentingan rakyat banyak dan kebersamaan. Itu, hampir disetiap kesempatan selalu didengungkan, baik oleh pimpinan pemerintahan, LSM dan berbagai media massa, baik melalui radio, televisi dan surat kabar nasional.
Namun sangat disayangkan, hal itu akhir-akhir ini hampir terlupakan atau sengaja dilupakan dan tidak terdengar lagi. Apakah ini pertanda, kita sudah tidak lagi peduli lagi terhadap sesama anak bangsa?
Hal ini dapat dijadikan renungan, mau kemana arah bangsa ini ke depan, bila persatuan dan kesatuan kita mulai goyah atau sengaja dibikin goyah. Gotong-royong akan memudar apabila rasa kebersamaan mulai menurun dan setiap pekerjaan tidak lagi terdapat bantuan sukarela, bahkan telah dinilai dengan materi atau uang.
Kegiatan gotong-royong baik di perdesaan maupun di perkotaan, wajib dijaga bersama dengan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi strategi dalam pola hidup bersama yang saling meringankan. Munculnya kerjasama semacam itu sebenarnya merupakan suatu bukti adanya keselarasan hidup antar sesama bagi komunitas, terutama yang masih menghormati dan menjalankan nilai-nilai kehidupan, yang biasanya dilakukan oleh komunitas perdesaan atau komunitas tradisional. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa komunitas masyarakat yang berada di perkotaan juga dalam beberapa hal tertentu memerlukan semangat gotong-royong.
Yang mengakibatkan hilangnya budaya gotong royong antara lain tumbuhnya paham individualis, komersialis di kalangan masyarakat, sehingga muncul sifat individualistik yang acuh tak acuh dengan sesamanya, seakan tutup mata dan telinga terhadap orang lain yang memerlukan pertolongan, hanya mau membantu orang yang dikenal saja, bahkan tak jarang yang memiliki motto hidup, "Tidak ada bantuan jika tidak ada imbalan". Jika itu terus dibiarkan, maka akan tercipta perpecahan diantara anak bangsa.
Namun demikian, dengan hiruk-pikuknya perbedaan dan peruncingan masalah yang muncul ditengah-tengah masyarakat dan bangsa ini, kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwasanya Yayasan Damandiri yang dipimpin oleh Prof Dr Haryono Suyono dan Dr Subiakto Tjakrawerdaja telah mencoba melakukan terobosan sangat ampuh guna membangkitkan kembali budaya hidup gotong-royong yang akhir-akhir ini dinilai sudah mulai memudar di tanah air tercinta ini. Terobosan tersebut dibarengi dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, lembaga perbankan dan mitra kerja lainnya yang sama-sama peduli terhadap nasib bangsa dan tidak ingin melihat bangsa ini menjadi bangsa yang terpecah-pecah.
Upaya yang dilakukan adalah membentuk dan pengembangkan pos-pos pemberdayaan keluarga (posdaya) di berbagai tempat di tanah air. Posdaya merupakan wahana, forum silaturahmi dan wadah untuk membangkitkan kembali budaya gotong-royong di masyarakat, baik di perdesaan maupun masyarakat perkotaan. Di dalam posdaya, keluarga-keluarga diajak secara musyawarah, memecahkan berbagai persoalan di lingkungannya, sehingga setiap anggota memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan keinginannya serta segala sesuatu dapat dipecahkan bersama.
Dengan diawalinya musyawarah di tingkat akar rumput, budaya saling mengenal dan bersilaturahmi, maka akan tercipta budaya hidup gotong-royong yang secara nyata dilakukan. Gotong-royong bukan sekedar diomongkan di publik, tetapi benar-benar dilaksanakan melalui posdaya. Karena di dalam posdaya segala permasalahan dapat diselesaikan tanpa harus merasa ada yang dimenangkan maupun ada yang dikalahkan.
Semua merasa senang dan happy karena di dalam posdaya diciptakan adanya bentuk saling menghargai dan menghormati sesama anak bangsa. Bukan lagi memperuncing permasalahan, tetapi dengan musyawarah untuk mufakat guna menemukan solusi yang diharapkan bersama.
Kuncinya, di dalam posdaya keluarga berazaskan gotong-royong dan kebersamaan. Mereka berbagi kasih dan kebahagian bersama serta semua merasakan manfaat secara bersama. Semoga bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa yang besar, tetap menghargai nilai-nilai luhur leluhurnya. ?(dikutib dari Budisan’s Blog)
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- PENGURUS KDMP KALURAHAN BENDUNGAN MENDAPATKAN PENDAMPINGAN SDM DAN KEWIRAUSAHAAN DARI UMY
- MASUK 6 BESAR LOMBA PERPUSTAKAAN, PERPUSTAKAAN INSAN MULIA DAPATKAN VISITASI DARI DINAS PERPUSTAKAAN
- PADUKUHAN BENDUNGAN DAN SELANG KALURAHAN BENDUNGAN, RASULAN
- PERATURAN KALURAHAN BENDUNGAN NOMOR 2 TAHUN 2026 TENTANG PUNGUTAN KALURAHAN
- BULAN APRIL, RAKOR KADER DILAKUKAN DIAKHIR BULAN SYAWAL SANGAT KOMPAK
- PERLUR PENJABARAN PERUBAHAN APBKAL 2026
- MANGAYUBAGYO KAPING 80 TAHUN YUSWA DALEM SRI SULTAN HB X , KALURAHAN BENDUNGAN IKUT BERPARTISIPASI
Komentar Terkini
-
Administrator
Belum diupload mas.....tunggu ya.....trima kasih t...baca selengkapnya
25 Februari 2019 10:17:48 WIB -
Sunardi
APBDes belum ada laporan realisasinya?...baca selengkapnya
18 Februari 2019 14:10:45 WIB -
Budi Santosa
Semoga keimanan dan ketaqwaan khususnya warga Dusu...baca selengkapnya
27 November 2018 13:10:09 WIB -
Budi Santosa
Kepada pemangku kebijakan khususnya Desa Bendungan...baca selengkapnya
14 November 2018 14:48:53 WIB -
Budi Santosa
Semoga Desa Bendungan terus maju dalam pembangunan...baca selengkapnya
14 November 2018 14:43:12 WIB -
Agus Wuryanto
Alhamdzulillah setelah melalui proses yang Panjang...baca selengkapnya
21 Juni 2018 08:21:17 WIB -
Agus Wuryanto
Terima Kasih kepada seluruh Perangkat Desa ,Lembag...baca selengkapnya
21 Juni 2018 08:15:54 WIB -
Administrator
Terimaksih mas Budi semoga bisa tetap dipertahanka...baca selengkapnya
04 Juni 2018 13:59:47 WIB -
Budi Santosa
Semangat Gotong Royong adalah kunci dari keberhasi...baca selengkapnya
04 Juni 2018 09:13:59 WIB -
Semoga samawa pk Didik ...baca selengkapnya
12 April 2018 17:01:23 WIB
Terjemah
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










